Kenali Dulu Baru Kemudian,

Pernahkah anda menampakkan sikap yang berbeda dengan keadaan hati anda? Jika pernah maka anda benar-benar menyelami kehidupan, mengapa? Sikap jujur, terhadap apapun adalah proses yang sangat berat. Kebanyakan orang mengungkapkan,

bahwa jujur itu ringan saat diucapkan dan berat saat dikerjakan.

Proses ini erat kaitannya dengan perilaku kebanyakan orang, siapa yang tidak memiliki orientasi dalam hidup? Lebih tepatnya, siapa yang tidak memiliki cita-cita dalam hidupnya? Pasti ada capaian-capaian yang ingin diraih dalam kehidupan, baik secara materi maupun non materi.

Tidak ada manusia yang bersifat buruk tanpa adanya pembatasan sikap baik, dengan kata lain saat kebaikan tidak mendapatkan tempat maka, keburukan adalah proses yang dipaksa untuk lahir dalam konstalasi kehidupan.

Begitu juga kejujuran, maka seseorang tidak akan berbohong saat kejujuran mendapatkan tempat yang tepat.

IMG20180928050817

Tempat itu bisa berupa penghargaan, kepercayaan, penghormatan atau rasa cinta, sehingga berfikir positif adalah wujud dari kepercayaan yang sejati.

Mungkinkah kejahatan itu adalah sebuah paksaan? Karena dasar dalam diri manusia adalah kebaikan, apa buktinya? Manusia diciptakan dari sari pati bumi, dengan kata lain manusia diciptakan dari berbagai proses-proses penyaringan, sehingga sampai pada siklus pemurnian.

Oleh karenanya mustahil akan muncul sikap jahat dalam diri manusia, namun, kenyataannya tidak sedikit dari mereka yang lalim,  tidak menghargai satu sama lain, tidak sedikit dari mereka yang memandang kecil satu sama lain, bahkan tidak sedikit pula dari mereka yang tidak mempercayai satu sama lain.

Oleh karenanya, ketika asal mula adalah cinta, maka dinamika kehidupan seharusnya penuh dengan cinta, dan puncaknya adalah cinta. Tidakkah sangat sempit, jika saja ayat innalillahi wa inna ilaihi rajiun dianggap sebagai tanda sebuah kematian, haruskah kembali kepadaNya hanya dalam konteks kematian belaka? Tidakkah kehidupan berisi dengan berbagai macam keindahan, yang mana ditandai dengan berbagai perbedaan, jika saja begitu maka kehidupan adalah dinamisasi perjalanan. Sehingga penjalanan kehidupan yang sepatutnya menyediakan – atau memaksa untuk menciptakan ruang kejujuran, maka akan terbentuk dengan sendirinya.

Oleh karenannya kejujuran maupun kebohongan adalah proses dinamisasi perjalanan manusia, yang pada dasaranya tidak ada yang luput dari pancaran cahayaNya, dengan kata lain, untuk sampai dan meneganalNya maka memahami proses-proses dinamika kehidupan. Dimana wadahnya adalah manusia, sedangkan bangunannya adalah komunikasinya. Maka untuk mencapai puncak dari dinamika kehidupan yaitu cinta.

Maka menyeleseikan komunikasi dengan dirinya sendiri terlebih dahulu, sehingga benar-benar menjadi perpanjangan tangan dariNya.

In Kuntum Tuhibbuna fattabiuni, wa Yuhbibkumullah. Wallahu a’lam.

 

Luhurian.com  2018

IMG20180927235537

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *