PERAN PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN KECINTAAN TERHADAP BUDAYA DI ERA MILENIAL

pramuka
Sumber: Mediaharapan.id

 

Para juri, kakak pembina dan sahabat prajamuda karana yang tercinta

Era millenial adalah ajang perkembangan di segala bidang pendidikan kesatuan, keagamaan dan komunitas sosial. Dalam artian budaya menjadi ruang untuk mengenali perkembangan tersebut. semakin berkembang budaya manusia maka semakin luas cara pandang manusianya.

 

Utamanya hari ini, untuk menjaga dan melestarikan budaya Nusantara perlu pengenalan ketat di ruang-ruang publik dan pendidikan. pendidikan itu melalui beragam kegiatan sosial, organisasi ataupun komunitas-komunitas. Pramuka misalnya.

Dikatakan oleh Boden Powel bahwa “tidak ada pengajaran untuk dibandingkan dengan contoh-contoh”, yang berarti hal ini berkaitan dengan motto pendidikan Ki Hajjar Dewantara yang berbunyi “ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun kerso, tut wuri handayani”.
Bahwa untuk mengenali budaya kita, maka perlu memmeprdalaminya dan mempelajarinya kemudian secara turun temurun mencontohkannya kepada generasi selanjutnya.

 

Para juri, kakak pembina dan sahabat prajamuda karana yang tercinta.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan kemajuan zaman, pramuka seharusnya menjadi ruang yang lebih luas untuk menjawab tantangan kemajuannya. Oleh karena itu menjaga, melestarikan dan menguatkan budaya adalah orientasi utama pramuka. Dalam mencapai orientasi tersebut. oleh karena itu mari kita sebagai praja muda karana, dengan tunas kelapa, kokh prinsip seperti menjulangnya pohon kelapa, rindang dan berbuah banyak sehingga memberi manfaat yang luar biasa kepada kehidupan.

Maka mari bersama-sama dengan pramuka menjaga dan melestarikan budaya nusantara sebagai warisan dari para leluhur kita yang harus dijaga sebagai kekayaan bangas agar generasi penerus mampu melestarikannya pula.

 

Demikian orasi ini saya sampaikan. Salam dan dua kali tepuk pramuka!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *