Wanita sufi ini adalah putri Zaid bin Amru[1]. Dia adalah penduduk Basrah yang sungguh-sungguh dalam beribadah. Semasa hidupnya ia menulis pujian kepada Tuhan, salah satunya adalah:
Engkau yang selalu memberiku rizqi, memberiku kebahagiaan yang sejati
Hatiku tercegah untuk selain mencintaiMu
Wahai Cinta Kasihku, engkau adalah Dzat sejati yang kuinginkan.
Yang kurindukan sepanjang masa dengan harapan aku berjumpa denganMu
Tidak ada pinta dariku terkait surga yang diidam-idamkan kenikmatanya
Tanpa itu semua tak berkurang rasa inginku berjumpa denganMu
[1] Dalam kitab Thabaqat yang ditulis oleh Ibnu Saad, Raihanah pernah berkata, “Ketika bani Quraizhah ditawan, saya termasuk yang dihadapakan kepada Rasulullah, dan Beliau memintaku untuk menyendiri,” menyendiri berarti Uzlah, atau berpindah dari tempat satu ke tempat lain untuk beribadah kepada Tuhan. Ia termasuk istri Rasululullah yang dinikahi di rumah Umm al Mundzir, yang diberinya dua belas Uqiyah seperti halnya istri-istri lainnya. Nama lengkap dari Raihanah adalah Raihanah binti Zaid bin Amrru Khunaqah bin Syam’un bin Zaid, ia berasal dari bani Nadzir, ia adalah janda dari pasukan perang yang bernama al Hakam dari bani Quraizha. Semenjak memeluk islam ia telah beriman sepenuhnya kepada Tuhan dan Rasulnya. (Baca kitab Dzaujah ar Rasulullah, yang ditulis oleh Amru Yusuf, Riyadh: Dar as Sa’ab)

Tinggalkan Balasan