Ummu Thalqin, Hasnah binti Fairuz, Hafshah binti Sirin, dan Lubah al-Ubadah

Ummu Thalqin
Sebagaimana wanita sufi yang lain ia ahli beribadah, bahkan ia menyandang wanita sufi yang ma’rifat.

Ashim al Jahdari menceritakan bahwa Ummu Thalqin pernah mengatakan, “tidak ada kerajaan di dalam diriku yang dibangun dari nafsuku, karena Allah menciptakan diriku untuk menguasai nafsuku.”

“Nafsu adalah raja dan jika engkau merasa nyaman dengan nafsumu maka engkau menjadi hamba darinya dan akan melelahkanmu,” imbuh Ummu Thalqin.Ummu Thalqin

Hasnah binti Fairuz
Wanita sufi yang selalu rindu kepada Tuhan ini adalah penduduk Yaman.
Abdurrazaq ash Shan’ani menceritakan bahwa di tanah Yaman ada seorang Wanita yang bernama Hasnah binti Fairuz. Ia berdoa kepada Tuhan, “wahai Tuhanku sampai kapan engkau meninggalkan kekasih-Mu di bawah debu dan tumpukan tanah, tidakkah engkau datangkan hari kebangkitan sehingga engkau memberikan kebahagiaan atas apa yang Engkau janjikan?”

Hafshah binti Sirin
Saudara dari Muhammad bin Sirin ini adalah wanita sufi ahli zuhud. Ia dari Basrah. seperti halnya Muhammad bin Sirin, ia mendalami kezuhudan dan kewira’ian. Ia juga menghafal ayat-ayat al-Qur’an.

Hisyam bin Hasan mengatakan bahwa Hafsah menghidupkan lampunya di malam hari kemudian mengerjakan sholat dan ketika lampu mati rumahnya masih terlihat terang sampai waktu pagi.

Lubabah al-Ubadah
Sebagaimana wanita sufi yang lain, Ia ahli beribadah. Ia adalah penduduk Syam, Ahmad bin Muhammad menceritakan bahwa Lubabah malu kepada Tuhan, karena ia selalu menyibukkan diri bukan karenaNya.

“Ma’rifat ialah menumbuhkan cinta kepada Tuhan, sedangkan Cinta kepadaNya akan menumbuhkan rindu kepadaNya, Rindu kepadaNya akan menumbuhkan penghambaan (memasrahkan) diri padaNya, dan penghambaan diri itu akan menumbuhkan rasa hidmat padaNya,” ungkap Lubabah.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *