• Menakar Kebutuhan

    Abraham Maslow (1908-1970) dengan sangat teliti mengklasifikasikan kebutuhan manusia: primer, sekunder, dan tersier. Tiga kebutuhan dasar manusia inilah yang erat kaitannya dengan pembahasan-pembahasan. Dengan…

  • Aku dan Sepotong Mega

    Aku ingin memotong mega, yang memerah di pelupuk senja. Untukmu, Ya jelas! Untuk siapa lagi? Beberapa waktu lalu ia berdiri menjulurkan tangannya, agar pelangi…

  • Masalahnya Cuma Nasi Satu Piring (1)

    Bagaimana ketika anda dalam keadaan lapar kemudian menemui meja makan sedang penuh sesak dengan makanan? Atau apa yang anda lakukan ketika perut sudah mulai…

  • Emosi dan Rasio Kontrol Peserta Didik

    Masyarakat teknokratik cenderung bergerak dari jutaan warga negara yang tidak terkoordinir pada penyatuan kesadaran individu (Zhigniew Brzezinshi). Entah bagaimana kemudian manusia itu memetakan atau…

  • TA’ARUF? JANGAN SEPARUH-SEPARUH!

    Satu bulan perjalanan adalah masa awal sudut pandang mulai beragam, kebersamaan apapun, bisa keluarga, persahabatan, kolega bahkan masyarakat baru. Tidak diputuskan sebuah kebenaran, tetapi…

  • Catatan “Jangan Dibaca!”

    Pohon dan kese(jati)an Sarwono, Hutan, Laut, Gunung dan Batu Karang ** Pohon besar dan keramat, dari jenis apapun yang seringkali diperbincangkan pasti pohon Bringin,…

  • Sudah Sopankah Doa Anda?

    Terkadang memang meyakinkan diri terhadap apa yang tidak (belum) bisa dilihat akan sedikit menyita waktu. Itupun kalau memang mau berpikir dan merenungkannya. Tidak sedikit…

  • Berlaku baik atau Berbuat baik?

    Setidaknya ada dua jalan utama dalam menjalani kehidupan, berbuat baik kepada sesama dan menghamba kepada Tuhan. Bukan berarti mengenyampingkan tujuan yang lain, karena saya…

  • “Tahu” saja bid’ah

    Setiap golongan memiliki keunikan, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi tidak ada gunanya jika kemudian yang dicari hanya kekurangan atau ketidak benarannya saja, apalagi benar…

  • Kau Tengok Saja

    Ada raut tampak gamang dengan tangan bergetaran. Ada wajah pucat pasi, mata menganga memandang ke langit-langit. Di bawah lentera berjibun rasa, ingin kucatat namun…