Malam ini, penantian

 

Oleh : Lek Dah*

Bermalam durja rasanya

Tak sedikit waktu yang aku sisihkan

Lantaran tahu katanya menuju pada kemajuan

Menuju pada peradaban yang bebas

Namun malam itu masih saja tak menyambut pagi

Buktinya subuh tak pernah kulewati

Atau karena keenakan tidur lantaran dinina bobokkan oleh harapa-harapan palsu

Nyatanya malam masih saja menyelimuti

Padahal sudah aku buat alarm sebagai batas waktu tunggu

Batas dimana banyak nyanyian-nyanyian pengantar tidur dimatikan

Batas dimana mimpi-mimpi yang tak pernah terealisasikan dihilangkan

Namun malam terasa panjang

Bahkan film-film penjajahan mental masih saja diputar sebagai bukti bahwa pagiku seakan-akan hanya pengakuan tanpa perjuangan

Namun sudahlah,,,,,,, nyatanya malam masih saja menyelimuti

Dengan gaungan-gaungan harapan yang hamper terpatri dalam diri

Bukan pasrah, tapi karena malam dengan kenyamanannya

Banyak yang lupa bahwa pagi akan menjawab harapan-harapan itu

 

Neruth, Gazebo Maret 2017

***

*Lek dah, adalah nama bagi achmad dahri yang berinisial sebagai manusia, sekarang juga aktif di Bulettin “al-Karim” Pesantren Baitul Karim, serta membantu di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) al-Faraby Kepanjen malang yang diketua oleh Ach. Dhofier zuhry. Serta menjadi pengurus penerbitan slaka waskita di Wagir malang.

 

Email  : Lekdah91@gmail.com

Fb       : Lek Dah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *