Cak Rosidi

Cak Rosidi namanya, salah satu di antara masyarakat umum berlaku apa adanya, ia bukan ulama’ atau orang pintar dengan ijazah dan gelar yang bertumpuk-tumpuk, ia adalah lelaki yang pernah menikah dua kali dan dikarunia empat anak. Terlepas bagaimana caranya ia menafkahi mereka, yang jelas ia bertanggung jawab.

Jika kebanyakan orang melihatnya sebagai lelaki yang tuna wisma, kerjanya serabutan, kadang ia mengadu nasib dengan meramal togel, tetapi kejujurannya tidak menutupi-nutupi walaupun kebanyakan orang melihat apa yang dilakukannya buruk, tidak mendidik dan haram apa yang didapatnya dari berjudi.
Tidakkah ada sisi baik darinya, atau dari orang yang sepertinya? jika secara normatif ada penghakiman baik dan buruk, Cak Nun selalu menegaskan untuk melihat kembali bahwa ada firman Tuhan yang berbunyi Ma Khalaqta hada bathila, bahwa tidak ada kesia-siaan atas apa yang Aku Ciptakan, apalagi ia adalah bagian dari anak cucu Adam yang dimuliakan oleh Allah.

Bagaimana status sosial membatasi mereka untuk duduk sejajar, perihal ilmu pengetahuan jelas berbeda-beda. Jangankan itu, wajah saja berbeda yang jelas bagaimanapun Cak Rosidi menjalani hidupnya, ia punya jasa yaitu bertanggung jawab atas keluarganya dan sayangnya masih terlalu banyak yang merasa lebih baik dari apa yang dilihat dan menurutnya itu buruk.
Semoga kita terhindar dari sikap demikian, dan melihat lebih jelas bagaimana belajar untuk bertanggung jawab serta bersikap apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. ~

#manusia #putat #ahmaddahri


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *