Ghufairoh al Abidah

Wanita sufi sekaligus teman dari Mu’adah al Adawiyah ini adalah penduduk Basrah. Ibrahim bin Junaidi menuturkan cerita dari Muhammad bin Husain yang didengar langsung dari Yahya bin Bistami, Ghufairah al-Abidah* menangis sampai ia kehilangan panglihatannya.
“Bagaimana sesungguhnya orang yang kehilangan penglihatannya itu, wahai Ghufairah?” tanya seorang lelaki.

“Buta yang sesungguhnya adalah ketika terhalang-halangi pandangan kita kepada Tuhan, serta hati yang enggan memahami apa yang diinginkan olehNya melalui perintah-perintahNya. Itulah buta yang sesungguhnya,” jawab wanita sufi itu.

 

*Nama Ghufairah memiliki beberapa versi yang menunjukkan kebenaran dari arti namanya, dalam ilmu Shorof Ghufairah lebih dekat dengan asala kata Ghafara yang berarti pengampunan. Namun ada yang menulis Ghufairah dengan menggunakan ‘ain pada awal kata, yakni Ufayrah yang berarti tidak cerah kerena berdebu. Pengarauh budaya literature dan lisan saat itu juga mempengaruhi terhadapa perbedaan penuturan bahkan penulisan dari nama wanita sufi ini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *