alone
Sumber : Google

Ada suara meringkih lirih di sana.
Di ruang-ruang gelap setitik cahaya.
Kakinya terseok-seok melata menuju ke sebermula.
Ia mencarinya,
Meraung-raung kemudian.
Dipandangnya cahaya rembulan yang menyelinap di sela-sela syaraf pengetahuan.
Otakmu di mana….
Pertanyaan itu menggelegar.
Semakin lirih tangisannya mengisak batu.
Membatu mengisak tanah.
Seperti lontar yang diseret melaju cepat.
Ia terbangun,
Terbelalak,
Pandangannya menghujam tanah,
Dilihatnya lobang meruang rapat,
Sekujur tubuh membangkai bersama geliat cacing dan belatung tertawa.
Aih…. Buruk rupa.
Di sana.
Ia menangis lirih
Hilang
Diterpa wajah.

 

Di pojok Rumah.  2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *