Laut, semenanjungnya menggandengkan tangan kita

IMG20180815074236
Semenanjung Raas

Di tengah laut gelombang meradang, seperti kain biru yang terbentang, luas di hempas angin lepas, bagaimana mungkin laut yang sedalam itu menyisakan riak? Jikalau angin tak mengoyak, atau bahtera tak menapakkan badannya di sana.

Sudah sejak lima tahun yang lalu lembaga diskusi ini dibentuk. Sampai akhirnya menyandang status Institut yang diakui Negara keberadaannya. Diskusi filsafat adalah proses mendengarkan, karena semakin mendengarkan, semakin pula mengenyam ilmu baru, lain hal dengan berbicara saja, karena lambat laun hanya akan terisi pengulangan dan pengulangan.

Begitu juga siang ini, tak terdengar satu katapun darinya, ia terisak dalam diamnya, merenung, mendengarkan ombak melata kepada angin, menyapa arus yang meriak oleh baling-baling kapal ferry, mungkinkah ia termangu lantas tersentuh hatinya? Karena rindu tak selamanya menemui cinta, apalagi bahagia. Laut pun begitu, mereka hanya melata pada angin, tidak lebih, karena sekencang-kencangnya angin tak akan pernah menyisakan riak di sepanjang hamparannya.

#ngarambes
#Raas, Poday

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *