Hemmmm…. Seraut wajah di malam senyap.
Mbok jangan memandang sinis begitu.
Wong ya sama-sama ngglandang.
Berbagi rokok dan kopi kayaknya mengasikkan.
Daripada saling tindih dan sikut sesama glandangan.
Mbok disudahi saja kelakuan seperti itu.
Mari jagong maton merencanakan perbaikan jaman.
Perbaikan nasib anak cucu.
Perbaikan moral yang sudah saling acuh.
Kau ongkang-ongkang, duduklah kaki menyilang.
Jangan seperti mereka yang sudah sakit miris tak kepalang.
Cukuplah mereka yang mencuri dengan riang.
Karena kita akan lebih senang saat anak cucu berkembang.
Bijak budinya, tidak sembrono akal pikirnya, tur punya unggah-ungguh pedoman hidupnya.
Hemmm…. Mbok sini duduk bersila.
Ngudud, ngopi, gaplean dan menertawakan keasikan.
Keasikan para perampok, yang diam-diam jadi incaran petugas keamanan.
Atau biar ada kerjaan mereka alih-alih nyusun strategi.
Pasang kuda-kuda sambil mondar-mandir ngawasi.
Kalau sudah cengkarut babak belur baru saling sigap mengomentari.
Saut sana sini.
Berjuang mengangkat mulut sendiri.
Mbok jangan begitu.
Sing ngastiti.
Karena yang ditunggu cuma mati.
Lah ini masih hidup tapi pikirannya sudah cengkarut.
Ajor… Berserakan diterpa angin kebodohan.
Lupa sanak, lupa daratan, air dikuras, gunung diparas, emas dirampas, belerang diperas, hutan dipapras, sampai mati kehabisan beras.
Mbok jangan begitu… Wong sesama gelandangan.
Mengemis di tanah air kemerdekaan.
Dikasih kesuburan malah congkak tak karuan.
Mbok disudahi.
Biar endah hidup ini.
Dan tuhan tidak marah lagi.
Pojok rumah. 2018

Tinggalkan Balasan