Belajar Bersama 2

Belajar Bersama 2

“Maka bermusyawarahlah dengan bijaksana (agar tercapai mufakat)”

Ada sebuah pernyataan bahwa pelajaran pertama dalam hidup ini adalah membaca. Di mana menjadi keharusan bagi setiap manusia agar tidak salah kaprah. Membaca apa yang ia lihat, apa yang ia dengar dan apa yang ia rasa. Tidak hanya dalam kehidupan yang luas. Mendalam. Terdapat carut – marut kegaduhan pola sikap. Pola pikir. Tempat atau lingkungan yang paling kecil saja misalnya di lembaga pendidikan. Wajib bagi seorang siswa agar bisa membaca terlebih dahulu. Karena dengan membaca akan memahami setiap mata pelajaran yang diberikan. Sehingga bermunculan teknik membaca yang baik. Jumlahnya seabrek. Tujuannya mempermudah seseorang ataupun siswa untuk membaca. Lantas penilaiannya? Seharusnya bebas nilai. Wong namanya saja membaca. Jika memang butuh nilai maka penilaiannya terletak pada pemahamannya. Praktik dari hasil pembacaannya.

Membaca dalam sudut pandang islam menjadi interpretasi dari wahyu Tuhan yang pertama kali diturunkan kepada utusanNya; Muhammad SAW. Adanya konsep percaya yang kemudian dipupuk dengan pengetahuan yang bersifat rasional dan metafisik. Maka menjadilah kewaspadaan yakni keimanan. Mengimani berarti meyakini. Mengimani berarti menyerahkan dirinya untuk percaya kepada apa yang diyakini. Bahkan jika berbentuk perintah praktis maka dilakukan dengan – tanpa merasa memiliki beban. Sehingga membaca adalah transformasi dari keimanan itu sendiri.

Eits…Ini kalau kita melihat dari bidang keagamaan. Namun begitu. Jika dipikir lebih dalam lagi nyatanya mémper juga dalam kondisi dan situasi sosial. Bahwa dalam kehidupan butuh namanya pembacaan-pembacaan. Peta sosial. Peta ekonomi. Peta kehidupan. Perlunya pembacaan inilah yang akhirnya menghasilkan ketidak rancuan pola sikap dan pola pikir. Ketika memahami peta dengan baik maka jauh dari kata tersesat.

Sehingga membaca menjadi dasar terkuat dalam menyikapi kehidupan. “Orang berucap itu dilihat dari bahan bacaannya.” Ungkapan ini serasa tidak asing di telinga. Memang benar adanya. Semakin beragam bahan bacaan maka semakin berkembang pula pola pikirnya. Semakin dalam perenungannya maka semakin berkembang pula pola sikapnya. Oleh karenanya tidak mudah kebakaran jenggot. Yang paling ekstrim adalah tidak serta merta menyikapi segala permasalahan dengan satu dasar saja. Istilah lain tidak menggunakan kunci inggris saat membuka mur – baut segala ukuran. Dengan kata lain ada ukuran yang sesuai untuk menyikapi permasalahan yang ada. Itulah salah satu fungsi membaca.

Namun jauh sebelum itu. Agaknya perlu diperhatikan bahwa sebelum benar-benar membaca butuh adanya proses mendengarkan. Di mana mendengar adalah sikap bijak proses belajar.

Karena dengan mendengar akan diperoleh ilmu baru yang menunjang hasil bacaan.

Oleh karenanya mendengar adalah poros utama pembacaan-pembacaan. Mendengar adalah belajar menghormati. Mendengar adalah belajar menjadi lebih arif dan bijaksana. Mendengar adalah belajar menjadi pribadi yang tidak sembrono. Mendengar adalah belajar memupuk moral. Etika. Sehingga benar jika mendengar adalah pintu proses pembacaan-pembacaan.

Di saat bahan bacaan menunjang. Maka mendengar adalah kearifan yang menghiasi hasil bacaan. Karena tidak sedikit manusia yang membuat telinganya sendiri tuli. Tuli akan introspeksi. Tuli akan nasehat-nasehat. Tuli terhadap pengetahuan. Tuli terhadap kesadaran. bahkan tuli terhadap kejujuran. Maka mendengar dan membaca adalah pondasi yang seharusnya diperkuat. Agar keseimbangan pola sikap dan pola pikir terbentuk. Konsisten. Bukan fanatik. Tidak konservatif. Bahkan cenderung bebal terhadap apa yang berada di luar keyakinannya. Prinsipnya.

Oleh karenanya. Di saat membaca dengan seksama maka ada baiknya jika tidak mengenyampingkan untuk mendengar. Karena semakin sering mendengar dengan baik maka semakin baik pula pembacaan. Begitujuga hasil pemahamannya.

Pojok Rumah, 2018

43099941_10214022994072499_1467939359855476736_n
Sumber : Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *