Lubabah al-Muta’abbidah

Wanita Sufi ini berasal dari Baitul Muqaddas, dia berpengetahuan luas dan bersungguh-sungguh dalam beribadah, kabarnya ia seorang ahli perang.

Muhammad bin Ruh atau yang dikenal dengan Abul Qasim Husain ibnu Ruh Nawbakhti adalah penduduk kota Qum di Irak yang berimigrasi ke Bagdad.  Dalam ceritanya, Lubabah al-Mutaabbidah mengatakan, “aku tidak malu kepada Tuhan karena sesungguhnya ketika Dia melihatku, aku tidak akan menyibukkan diri selain hanya bersamaNya.”

“Tidak henti-hentinya aku beribadah sehingga tidak terasa lelah sedikit pun, ketika aku merasa lelah saat beribadah kepadaNya, kulantunkan dzikir[1] KepadaNya, dan ketika terasa lemas lunglai karena beribadah kepadaNya, aku pun bangun dan memaksa diriku untuk mengabdi dan melayaniNya,” imbuh Lubabah.

Seorang lelaki yang ingin menunaikan ibadah haji bertanya kepada Lubabah al-Muta’abbidah.

“Bagaimana aku meminta kepada Tuhan agar dipanggil untuk beribadah haji?” tanya lelaki itu.

 “Mohonlah ridla atas dua hal kepadaNya. ketika kesusahan membelenggu dirimu atau ketika Tuhan menyamarkan  nikmatNya. Saat itulah  engkau harus tetap mengingatNya serta tak lupa menyebut dan menyandarkan doamu kepada kekasih-kekasihNya.” jawab Lubabah.

[1]  Dzikir adalah proses ibadah untuk mengingat Tuhan, dzikir tidak hanya menyebut NamaNya tetapi juga berfikir atas kehendakNya, antar memohon dan memujiNya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *