
Terucap sunyi dari sepi yang memelukku, tiada keramaian yang sebanding dengan perenungan yang melebur bersama gelapnya malam, bahkan senja tak mampu memberi ruang di antara siang dan malam, ia hanya tampak sebentar kemudian menghilang, begitu juga diriku, nafasku, ruhku, jiwaku, pemikiranku, jalanku, naluriku, konsep dan spiritualitasku, mereka seperti angin yang menyusuri lobang-lobang sepi menuju kerumunan dedaunan di pohon-pohon yang rindang, gunung-gunung yang menjulang, bukit-bukit ilalang, sungai yang mengalir dari hulu ke hilir, dan sanubari yang teramat dalam. Dengan panjatan doa yang tak tahu seberapa lama dihadapkan padaNya, kusematkan kasih dan sayang serta ucapak terima kasih atas cinta yang terpancar selama ini.
Dariku
Sebutir debu
Ahmad Dahri
Tinggalkan Balasan