Guru juga Manusia

Ali Rofik

Memahami dan Mengatasi Kebencian dalam Dunia Pendidikan

Nerassuara.com – “Jika guru menunjukkan kebencian, anak merasa tidak aman, cemas, dan menutup diri dari proses belajar. Ini berdampak langsung pada prestasi akademik dan kesehatan mental anak” Begitulah pandangan John Bowlby & Mary Ainsworth dalam mengaitkan hubungan konsleting antara guru dengan murid.

Guru adalah sosok yang dikatakan sebagai multitalent yang memiliki jabatan otoritas kependidikan dalam membawa kesuksesan murid dimasa depan. Tentu, dalam proses ini antara guru dan murid perlu memiliki niat dan I`tikad baik untuk mengajar dan mendengarkan Pelajaran.

Dalam tulisan ini saya akan mengulas sebuah persoalan yakni Bolehkah Guru Memiliki rasa benci kepada Murid? Jika ada Banjir pasti ada penyebabnya, yakni berupa sumbatnya orong-orong karena tumpukan sampah.

Lantas kalau guru yang benci pada murid apakah diperbolehkan meski ada penyebabnya?

Guru adalah manusia yang juga memiliki hati untuk dirasa. Namun guru juga adalah sosok yang harus digugu dan ditiru dan memiliki visi sebagai pengemban Amanah. Pendidikan dan pembimbing maka sangat dianjurkan untuk tidak boleh memiliki rasa benci kepada murid.

Bukan bermaksud untuk menghukumi, tetapi ini adalah suatu kontroversi yang kian kali kadang banyak guru yang tidak paham bahwa membenci murid sudah sama halnya telah merusak citra Pendidikan.

Bisa dibayangkan bagaimana bila sosok guru yang oleh Allah SWT sudah diamanahi untuk menjadi jembatan penghubung keberkahan dan kemanfaatan ilmu seorang murid malah mendoakan atau bahkan membenci sangat dalam kepada mereka. Nauzubillah, kita sebagai pendidik tidak akan punya niatan untuk membawa mereka ke jalur yang salah hanya karena sakit hati.

Kedatangan mereka ke sekolah tentu memiliki value menaikkan potensi ilmiah mereka dengan cara belajar. Nah, dari situlah guru sangat berperan penting untuk membantu menyelaraskan kenakalan mereka dengan cara meredamkan hati mereka sehingga apa yang menjadi I`tikad kita sebagai sosok pembimbing sangat berpengaruh pada kondisi mereka.

Dari kenakalan mereka inilah Guru di Uji mentalnya, bisakah hati yang sesungguhnya lembut itu menjadi pembenci handal kepada muridnya. Mungkin ini adalah Solusi dan motivasi saja, bahwa sesungguhnya dengan mendidik murid yang begitu nakal dan menyebalkan itu bisa jadi mereka yang kelak akan menarik atau menolong kita untuk dimasukan ke surga.

Sebagaimana perkataan dari Almarhum Mbah Maimoen Zubair yang menyatakan “Yang Paling Hebat bagi seorang pendidik dan rekreasi paling indah adalah mengajar. Ketika kita melihat murid-murid menjengkelkan dan sungguh melelahkan, terkadang hati akan teruji kesabarannya. Namun hadirkanlah Gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju ke surga”

Jika anda meresa seorang pendidik, maka janganlah Lelah untuk terus menyayangi dan mencintai mereka sepenuh hati di Dunia sampai Akhirat. Allahumma Inni As’aluka ‘ilman Nafi’an Wa Rizqan Thayyiban Wa ‘amalan mubarakan.

Ali Rofik
Author: Ali Rofik

Salah Satu Founder Channel Sambat Asik dan Pendidik

Post Comment